Just another WordPress.com site

Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran perlu diadakan evaluasi. Di antara evaluasi itu adalah penilaian sumatif. Penilaian dilakukan dengan tujuan untuk menilai proses dan hasil belajar siswa di sekolah, mendiagnosis kesulitan belajar siswa dan menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Fungsi penilaian adalah untuk memberikan umpan balik proses belajar mengajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan memberikan laporan kemajuan belajar siswa kepada pihak yang memerlukannya.

Dalam melakukan penilaian (assesment), terdapat dua istilah yang saling berhubungan yakni evaluasi dan pengukuran. Dua istilah ini identik, kadang perbedannnya samar. Sebenarnya penilaian adalah bagian dari evaluasi, karena  evaluasi lebih luas dari sekedar pengukuran. Assessment is broader in scope than measurement in that it involves the interpretation and representation of measurement data.

Penilaian atas hasil pembelajaran memberikan deskripsi tentang tiga hal. Pertama menggambarkan seberapa efektifnya metode pengajaran yang diterapkan. Yang ke dua seberapa efisien kegiatan pembelajaran, dan ke tiga seberapa menariknya pembelajaran bagi siswa.

Keefektifan pembelajaran dapat diukur dengan tingkat penguasaan siswa pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Keefektifan tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut :

1.    Kecermatan penguasaan perilaku

2.    Kecepatan unjuk kerja

3.    Kesesuaian dengan dengan prosedur

4.    Kualitas hasil akhir

5.    Tingkat alih belajar

6.    Tingkat retensi

Tingkat daya tarik pembelajaran dapat diamati dengan melihat kecenderungan siswa untuk tetap belajar. Indikator bahwa bidang studi memiliki daya tarik adalah siswa memberikan apresiasi dan keinginan lebih atas bidang studi yang diajarkan.

Efisiensi pembelajaran diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran dan atau jumlah biaya yang dikeluarkan untuk proses dimaksud.

Penilaian sumatif dikaitkan dengan penilaian pada akhir semester atau tahun. Penilaian ini memberikan nilai yang membedakan pencapaian seorang dengan lain dan seringkali digunakan untuk membuat pemilihan/penyeleksian.

Penilaian sumatif ialah penilaian yang dibuat pada akhir pengajaran (akhir semester/akhir tahun), yang bertujuan untuk menilai pencapaian akhir pembelajaran. Berbeda dengan penilaian formatif, yang lebih menekankan kepada penilaian penguasaan pelajar dalam suatu materi, penilaian sumatif bertujuan untuk menentukan pencapaian pelajar pada akhir semester/akhir tahun ajaran, yang juga dapat menentukan keberhasilan sesuatu kurikulum. Contoh penilaian sumatif ialah penilaian pada akhir tahun ajaran dalam bentuk Ujian Kenaikan Tingkat/ Ujian Akhir Madrasah.

Sehubungan dengan defenisi di atas, penilaian sumatif lebih menekankan pada hasil dan dilaksanakan satu kali untuk satu semester atau setiap akhir dari suatu program pembelajaran. Hasil penilaian sumatif ini berfungsi untuk grading clacement, promotion, dan accountability. Penilaian jenis ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Dalam hal motivasi, penilaian jenis ini sangat menguntungkan bagi siswa yang memperoleh prestasi yang tinggi. Sebaliknya, bagi siswa yang memperoleh prestasi yang rendah akan memiliki motivasi yang rendah yaitu rasa pesimis. Secara umum, tujuan penilaian sumatif bukanlah untuk membantu pelajar meningkatkan pencapaian, tetapi untuk memberikan rangking kepada mereka. Rangking yang diperoleh pelajar dapat digunakan untuk membuat perbandingan pencapaian antar pelajar. Penilaian sumatif juga dapat dijadikan petunjuk, apakah siswa dapat menguasai suatu mata pelajaran atau tidak. Jika mereka sudah mencapai peringkat tertentu, barulah mereka dibolehkan untuk mengambil mata pelajaran baru.

Menurut Yatim Riyanto (2009:142) Tahap kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh balikan tentang hal-hal berikut ini:

1.   Taraf pencapaian tujuan pembelajaran, keseksamaan perumusan tujuan.

2. Kesesuaian antara metode dan teknik peogajaran, dengan sifat bahan pelajaran, tujuan yang ingin dicapai, karakteristik siswa, kemampuan dasar siswa.

3.   Keberhasilan program dalam mencapai tujuan program.

4. Keseksamaan alat evaluasi yang digunakan demgan tujuan pengajaran/tujuan program yang ingin dinilai keberhasilannya.

Sudjana (1995) mengutarakan tujuan penilaian hasil belajar sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

2.   Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.

3.  Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta sistem pelaksanaannya.

4. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Karakteristik Penilaian Sumatif

Beberpa ciri khusus terkait dengan penilaian sumatif antara lain sebagi berikut :

1.    Penilaian bersifat terminal/final.

2.    Biasanya berada di penghujung/akhir sebuah program pembelajaran.

3.    Menilai prestasi dalam programnya.

4.    Memberikan keterangan atas sejauh mana capaian seorang siswa dalam kurun waktu tertentu.

5.    Pandangan berlaku surut atas pelajaran apa saja yang telah dicapai selama masa belajar .

6.    Terkadang terkait dengan pemberian sertifikasi, pemberian nilai dan pengakuan publik.

7.    Biasanya merupakan penilaian tipe formal misalnya untuk mengakhiri sebuah tahapan ujian

REFERENSI

 

Degeng, I. Nyoman Sudana, Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable, Dirjen Pendidikan Tinggi, Jakarta: 1989

Riyanto, Yatim, Paradigma Baru Pembelajaran, Prenada Media Group, Jakarta: 2009

Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Kencana Prenada Media Group, Jakarta: 2008.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung, Remaja Rosda Karya : 1995.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: